Escape KL, Bermalam di KLIA 2

November 22, 2017


Aerotrain KLIA 1

Perjalanan Jakarta - KL, saya habiskan dengan bincang-malam-negara-tetangga bersama seorang ibu muda. Dua kali dalam sebulan, ibu ini harus pulang-pergi Jakarta - KL karena suaminya bekerja di KL. Anak-anaknya tetap di Indonesia bersama kakek-neneknya. Perbincangan dimulai dari ketatnya imigrasi Malaysia setelah persitiwa terbunuhnya Kim Jong Nam, stabilnya harga-harga kebutuhan pokok di Malaysia, pembangunan infrastruktur dan transportasi di KL, netizen Malaysia vs Indonesia, hingga pilkada DKI Jakarta #hits. 

Setibanya di KLIA 1, saya dan ibu muda ini berpisah. Saya dan kakak langsung menuju imigrasi. Kamu bisa naik aerotrain, untuk menuju imigrasi. Jangan pernah lelah membaca direction dengan baik dan benar jika berpergian ke manapun #penting. Kalau tidak tahu, jangan sungkan untuk bertanya. As long as we can speak bahasa tarzan, amanlah. Justru akan bahaya, jika kamu menggunakan bahasa hati #hyaa.

Platform A
Lepas dari imigrasi, kita langsung menuju KLIA transit. Karena jadwal terakhir sekitar pukul 00.30, kami bergegas. Melepas hasrat mengexplore KLIA 1 dari ujung ke ujung #belumpernahsoalnya. Padahal, konten bagus buat blogging.

Harga tiket KLIA 1 ke KLIA 2 sekitar RM 2.00/adult. Kami menunggu di platform A. Ada dua platform. Platform A kereta dengan destinasi KLIA 1 - KLIA 2 - KL Sentral. Langsung.

Platform B
Sedangkan platform B untuk pemberhentian di beberapa stasiun. Stasiun tujuannya, bisa dilihat sendiri, ya. Ini adalah suasana sekitar pukul 00.00, sudah sepi, tinggal kami dan beberapa wisatawan asing saja.

Tiba di KLIA 2, kami ((melipir)) sebentar ke beberapa brand store outlet. Lalu menuju lantai dasar untuk check in di Capsule by Container Hotel. Karena saya anaknya short memory, bertanyalah pada pakcik pakcik di mana letak Capsule by Container. Terakhir ke sini sekitar Maret 2015, wajar kan? tempaan hidup membuat saya harus memprioritaskan hal yang perlu diingat dan dilupakan. Pheew!. Seperti biasa, si lady bos marah-marah karena kemampuan spasial saya yang di bawah rata-rata #bwhahaha. Jalan sama doi, everything must be clear and perfect. Yeaaah.

Capsule Container Hotel by Google
Sebelum check in, kami membeli tiket ke Melaka Sentral dengan bus Star Mart Express seharga RM 24.30/adult. Jadwal keberangkatan 7.30 AM. Kalau menggunakan public transportasi ke kota tua Melaka, direkomendasikan membeli tiket tujuan Melaka Sentral. Rutenya simple, tinggal naik bis Panorama 17 untuk menuju kota tua Melaka. Nah, kalau berhenti di Mahkota Medical Center, lebih enak naik taksi ke kota tua Melaka, tapi sayang costnya. Pakai uber juga bisa. Lebih hemat kalau pergi beramai-ramai.

Posisi ticket counter bus bersebelahan dengan Capsule by Container Hotel, semua destinasi di Malaysia-Singapore bisa kamu temukan di sini. Selain itu ada minimarket, money changer, kursi pijat, ruang tunggu kedatangan bis, food court dan rest room. Comfort dan bersih. Room prayer di Lt. 3, di lantai dasar kemarin belum lihat. 

Nih, ada tips hemat. Kalau kamu ambil flight terakhir, tidak ingin spend high cost untuk stay di hotel bandara terus paginya mau langsung explore, kamu bisa istirahat di ruang tunggu lantai dasar. So far, aman dan nyaman. Istirahat means bukan tidur geleloran kayak di kasur 
plus mulut mangap, yak. Memejamkan mata-lah. Siapkan jaket atau pasmina, lumayan dingin. Saya dulu istirahatnya di lantai 2, di resto (lupa namanya) dekat dengan executive lounge (lupa juga namanya). Kursi restonya empuukk terus bisa discuss itenerary sama teman, setelah itu istirahat. Make your self comfort dengan cara kamu sendiri, tapi manner, kesholehan dan keanggunan tetap dijaga #bwahaha. Mana tau ketemu jodoh CEO yang down to earth di situ. Blah!. Kalau kurang tidur, dua jam perjalanan menuju Melaka bisa dipakai tidur dengan nyaman. So, jangan khawatir. Oh iya, untuk review Capsule by Container Hotel sila klilk di sini, ya.

Pagi setelah rapi kita check out. Sarapan ((bekal biskuit)) terus check rate di beberapa money changer. Perjalanan kali ini, saya memang tidak terlalu well prepared, sih. Lagi hectic juga, sampai belum sempat tukar RM. Mau tidak mau pagi itu kutak kutik kalkulator ngitung dollar, euro, rupiah sampai akhirnya memutuskan menukar yuan dan bath karena ratenya lebih bagus. Ini kopet or cerdas, sila dianalisa sendiri. Untung si lady boss koleksi banyak mata uang, haha. That's why saya santai #mintadikeplak.

Oh iya, kemarin banyak yang tanya money changer di Depok. Ada, di Jl Margonda Raya No 184 A. Lokasinya di depan Depok Mall, persis di samping BCA Margonda. Nomor teleponnya 021-2986 7968, 7720 7128. Ratenya bersahabat dan strategis. 


Star Mart Express by Google
Setelah beres, kita menuju peron untuk menunggu bis. Datang 5-10 menit lebih awal dari jadwal keberangkatan, karena semua bis di sini tidak akan pernah menunggumu. Meskipun hanya dirimu seorang penumpangnya. Almost on time sesuai jadwal. 

Inside Star Mart Express by Google
As I said before, bisnya nyaman untuk tidur. Sepanjang dua jam perjalanan KLIA 2 - Melaka Sentral, tidak banyak yang bisa dilihat, tapi banyak yang bisa kita renungi #haha. Ada perkebunan sawit, jalan tol yang sepi, papan billborad yang bisa dihitung dengan jari, dan motor yang sesekali kencang menyalip bis. Iya, motor di sini bisa masuk tol. Semuanya rapi.

Perjalanan kerap menjadi sebuah kontemplasi diri. Ketika Allah mengizinkan saya pergi ke berbagai sudut belahan bumi-Nya, pasti Allah mau saya muhasabah dan belajar. Belajar disiplin. Belajar kebudayaan tempat atau negara lain. Belajar menghargai. Belajar untuk tidak menjudge tanpa data valid. Belajar berbicara dengan orang yang belum pernah saya temui. Belajar melihat perbedaan. Belajar berprasangka baik sekaligus berhati-hati. Belajar untuk tidak selalu mengeluh. Belajar make it simple yet meaningful dalam banyak hal. Belajar menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di luar rencana. Belajar menurunkan ego. Belajar dan terus belajar. So, perjalanan itu it's definitely a good growing experience for me. 

Kalau kamu, bagaimana? Let me know, ya. Next story on Escape KL, Keliling Melaka Part 1. See you!

You Might Also Like

0 comments