Jalan-Jalan Ke SIAL Interfood 2017

November 29, 2017


Bergabung dalam komunitas #ayokembalikedapur dan #glutenfreelivingID membuat saya mengenal banyak guru-guru luar biasa, artisan makanan sehat, petani kota, akademisi, mompreneur, para ibu yang ingin selalu menghadirkan makanan sehat untuk keluarga tercinta, bahkan cancer survivors yang sangat menginspirasi. Ketika rezeki tidak harus berupa materi. Dipertemukan dengan orang-orang hebat dan antimainstream, merupakan nikmat yang luar biasaBersyukur, bisa belajar dari mereka semua. 

Dua komunitas itu pula yang mengantarkan saya ke sebuah pameran internasional industri makanan terbesar, Sial Interfood 2017. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 22 - 25 November 2017 di Jakarta International Expo, Kemayoran - Indonesia. Diikuti lebih dari 800 perusahaan yang berasal dari 32 negara seperti Algeria, Australia, Belarus, Belgium, Bolivia, Brunei Darussalam, Bulgaria, China, Perancis, Yunani, Hungaria, Indonesia, Italia, Jepang, Lithuania, Malaysia, New Zealand, Oman, Pakistan, Polandia, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Srilanka, Taiwan, Thailand, Turki, Amerika Serikat, Vietnam dan negara-negara dari Uni-Eropa. Kebayangkan, banyak object yang bisa dilihat #hyaaa.

Hall B3, Sial Interfood 2017
Sial Interfood itu apa, sih?
Ini adalah pameran yang menampilkan lebih dari 15 sektor pangan dari 32 negara, antara lain produk susu dan telur, daging dan unggas, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, produk makanan sehari-hari, produk bakery, cokelat, kopi dan teh, gelato dan es krim, minuman non alkohol produk makanan sehat, produk makanan kalengan, produk makanan organik, produk makanan beku, peralatan horeca dan catering, perlengkapan memasak serta peralatan memasak dengan teknologi terbaru.

Entering free secara online dibuka dari Agustus s.d Oktober 2017. Setelah periode itu, tiket masuk dikenakan biaya IDR 100.000 - 150.000 via online atau on the spotAcara ini tidak diperbolehkan membawa anak-anak.

Menjelajahi Sial Interfood 
Setelah registrasi dan penukaran badge di hall B3, kami diperkenankan masuk ke dalam pameran. Ada banyak orang Algeria, Pakistan, Jepang, China di hall ini. Itu doank yang saya tahu. Lumayan roaming.

Pameran ini besar sekali, mengambil map adalah keputusan terbaik untuk efektifitas waktu. Satu lagi, sneakers paling aman dipakai untuk mengelilingi pameran ini. Pakai high heels, siap-siap pulang ngesot. Haha. 

Hall B2, Sial Interfood 2017      
Saya dan kakak menuju ke B2 dan B1. Tiba di sini langsung mengendus keberadaan orang korea. Eh, bener... banyak :p. Sisanya ada booth dari Belgium, Prancis dan Rusia. Karena ini pemeran B2B jadi produknya memang level industri. Sempet bengong sih, alat-alatnya keren banget, dah. Kalau ada booth yang ramai, terus antri berbaris rebutan, dipastikan adanya tester gratisan di tempat itu, hihi. Indonesia #tetep. 

Mu Gung Hwa, Hall A2, Sial Interfood 2017
Di hall A dan D, ternyata lebih padat. Banyak alat industri besar dan semakin banyak pulaa berbagai tester makanan di sini, hihi. Heaven. Kamu bisa menemukan pastries and bakery, es krim, gelato, cake, minuman, makanan ringan, juice, salad, olahan daging dan ikan, pizza dan masih buaanyak lagi. Korean food? banyak! Dari gratis sampai yang merogoh kocek, semuanya ada. Ttoepokki ini harganya 15K per cup. Saya sih fotoin chef-nya doank. Kami justru ngiler sama Thai Food, tapi nyengir karena non halal. Hihi. 

Rose Brand Nyona Liem, Hall D1, Sial Interfood 2017
Tahukah kamu bahwa tester-tester itu bisa dalam sekejap habis diserbu massa. Kenyang deh, kalau doyan. Banyak Mas dan Mbak yang lagi onduty menawarkan tester ke kami, tapi cuma bisa bilang terima kasih. Soalnya dikasih satu cup gede es krim yoghurt dan green tea, pas dicoba langsung merinding diskoo, muaaniiiis bangeet. Cakenya juga sama. Akhirnya nyerah, dibuang. Mubazir, kan? Jadi kalau mau ambil tester mending melipir ke slow juicer, lumayan dikasih coldpressed juice walaupun cuma basahin bibir, haha. Salad juga, sedikit bangeett #hiks. Why oh why?

Niat awal ke sini, sebenarnya mau cari FP Philips, lumayan kan kalau dapet diskon :p. Tapi, sayang kami tidak menemukan Philips maupun Hurom di sini. Sayuran organik lokal pun hampir tidak ditemukan, kebanyakan import. Teman-teman di komunitas juga membenarkan. Akhirnya kami keliling melihat mesin packaging dan oven yang keren-keren, terus melipir dari ujung ke ujung. Sempat melipir ke booth Ladang Lima, tapi tak berjumpa dengan guru @irseda.

Chung Jung One Cooking Demonstration with Chef. Shin Su Kyung
Di tengah jalan, tiba-tiba ada cooking demonstration dari Chef. Su Kyung. Beliau adalah Korean Royal Cuisine Expert dan VI Center Chief of Daesang Chung Jung One. Chung Jung One itu adalah salah perusahaan produk makanan di Korea. Product seasoning rempah-rempah, gitu. Cukup familiar di Indonesia, seperti Gochujang, Doenjang, Ssamjang, Korean BBQ Bulgogi Sauce & Marinade, Dashima dan lain-lain. Kalau beginian masih paham, ya. Asal jangan ditanya K-Pop, aktris atau aktor K-Drama #nyerah. Kenalnya Jang Dong Gun, itu aja. Kenaaal? Iya, lumayan deket, sih #plaak.

Chung Jung One Cooking Demonstration
Chef. Su Kyung masak Ttoepokki (떡볶이)Mbak (언니) ini masak Japchae (잡채). Japchae itu bihun dan sayuran yang tumis, biasa rasanya. Lumayan penuh sama ibu-ibu yang ingin antri mencicipi. Mau foto chef-nya harus pakai permisi berkali-kali dulu, sambil pasang ekspresi "saya nggak mau antri nyicipin, cuma mau foto". Haha. Di belakang, ada pomegranate juice (석류 주스). It's not 100% raw juice, karena sudah melalui proses. Enak rasanya, tapi mehong. Hihi. 

Terus kami penasaran sama Samyang (삼양) yang sudah halal. Lumayan, testernya gratis. Haha. Ramee bener peminatnya. Pas dicoba, pedeesnya ampun dah. Mienya beda, aroma bumbunya khas Gochujang, soy sauce dan wijen. Ya, rasa masakan korea, tapi sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia. Full flavor, sih. Ada varian keju, rasanya kayak makan mie pakai bumbu chiki. Hahaha.

Dole Baking Demonstration 
Selanjutnya ada demo baking dari Dole, Germany. Again, ambil foto, susah. Emak-emak itu kayak takut antrian produk gretongannya diserobot :p. Di sini, kalau kita mengikuti demo biasanya diberikan hadiah gratis. Bisa souvenir atau produk. Lumayan, makanya pada ganas-ganas :p. Banyak yang bawa koper atau tas roda, selain karena banyak promo produk, banyak juga hadiah gratis. Apalagi kalau hari terakhir. Sale, kali yak.

Demo Peralatan Dapur
Sial Interfood 2017 ini juga menggelar banyak workshop dan competition. Ada gelato competition, pastry championship, cooking competition, barista regular course, latte art workshop dan banyak lagi. Booth Bekraf dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil juga meramaikan acara ini. 

Sebenernya banyak chef-chef ganteng yang mau di-capture #gagalfokus, tapi karena anaknya sholehah, jadi otomatis menjaga pandangan #blah. Oh iya, saat mengunjungi event ini, kamu tidak perlu ukhawatir mencari tempat sholat. Lokasinya ada di gedung utama,  tempatnya nyaman dan luas. Bisa ngelempengin kaki sebentar, terus lanjut jalan lagi, haha.

Over all, banyak dapat pengetahuan baru tentang industri makanan dan minuman nasional maupun internasional. Mesin-mesinnya, wow. Harganya, wew. Semoga next year, bisa kesini lagi. Thank you, Sial Interfood 2017.

You Might Also Like

0 comments