Work-Life Balance with Ika Natassa and DJKN

November 24, 2017

Work-Life Balance with Ika Natassa at DJKN Ministry of Finance Indonesia


Jum'at mubarok, everyone! Happy friyeay! Kali ini saya mau sharing acara bincang seru bersama Mbak Ika Natassa dan DJKN tentang Work-Life Balance #barusempatditulis. Acara ini adalah rangkaian dari Pekan Transformasi dalam rangka HUT DJKN ke 11 #DJKNBerkontribusiUntukNegeri. Sesi ini free dan terbuka untuk umum, dengan seat terbatas.

Menginjakan kaki di DJKN itu seperti masa lalu yang mendadak hadir, saat kita sudah move on #eehh. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara adalah impian saya dulu, dulu... #pejuangcpns. Tapi, GAGAL #perih. Haha. Pada akhirnya saya belajar bahwa masa lalu tidak perlu dilupakan, karena... bisa saja, dia akan menjadi bagian masa depan kita #hyaa.

Acara hari itu dimulai dengan talk show bersama Bapak Isa Rachmawarta, Direktur Jenderal Kekayaan Negara. Temanya Transformasi Personal dan Leadership Role Model. Bagus. Saya baru tahu, beliau mengawali karirnya sebagai pegawai honerer. Berkahnya orang yang tidak pernah lelah belajar, sabar menikmati proses dan paham tujuan hidup. By the way, Ditjen EBTKE KESDM kapan ngadain event begini? #colekmyboss. Hihi.

Tema sesi selanjutnya Work-Life Balance, with Indonesian best author who is also a banker at the largest bank in Indonesia. Siapa yang tidak kenal Ika Natassa? Penulis novel Metropop yang dianugerahi 'Women Icon Award dari The Marketeers' dan telah melahirkan a Very Yuppy Wedding, Divortiare, Underground, Antologi Rasa, Twivortiare, Twivortiare 2, Critical Eleven dan Architecture of Love di tengah kesibukannya mendedikasikan diri untuk Bank Mandiri. Empat karyanya, menjadi best seller. Saya jatuh cinta dengan writing stylenya Mbak Ika yang cerdas dan lepas. Membuat karakter tokohnya kuat, real dan natural.

Mbak Ika bercerita awal perjalanan hidupnya dari kecil, sampai cintanya dengan Bank Mandiri. Tidak semua keinginannya dikabulkan Allah, bagaimana dia bersikap dan menyikapi, menjadi inspirasi banyak orang, khususnya saya. Cukup terdiam lama, ketika Mbak Ika mengulang nasihat atasannya, saat beliau mengalami sebuah ujian berat "kehidupan itu kadang seperti busur panah, kamu ditarik mundur jauh ke belakang... sakit, untuk kemudian melesat jauh ke depan". Point besar yang saya dapat bahwa Allah tidak akan membiarkan kita 'besar' tanpa tahu rasanya berjuang, sakit bahkan terpuruk hingga akhirnya kita menjadi hamba yang bersyukur. Selalu ada rencana indah dari Allah untuk setiap hamba-hambaNya. Bagus nih kalau perjalanan hidupnya dijadikan buku, gimana Mbak?

I tried to make a little summary dari sharing kemarin, ya. How to manage work, passion and social life. Sisanya tidak tercatat karena saking terpesona #serius.

Pertama. Disiplin. Ternyata penulis yang sudah melahirkan (mau) sembilan novel ini, tidak pernah begadang, pemirsa!. Selalu tidur pukul 22.00 dan berhenti menulis jika sudah waktunya istirahat. Kecuali weekend, sehingga tidak mengganggu pekerjaan utama.

Kedua. Membagi otak untuk setiap pekerjaan. Ketjeh, yak. Sehari ada 24 jam, dibagi-bagi jadwalnya. Become organized. Berapa jam kita kerja. Berapa sisa jam yang dipunya untuk menulis. Berapa jam untuk keluarga, membaca buku, tidur atau istirahat, me time, hangout dan lain-lain. Disiplin dan fokus dalam setiap aktivitasnya. Nah, ini! Ini yang susah, hahaha.

Ketiga. Menulis adalah proses. You can't write over night. Menulis atau menggeluti passion apapun, bukanlah proses yang dipaksakan. Good things take time. Sabar menikmati proses.

Keempat. Learn five new things every day. Apapun. Ini yang terkadang kerap terabaikan. Ketika ini sudah menjadi kebiasaan, lihatlah perubahan yang terjadi di hidup kita. Nah, mari memulai dan mencatatnya!

Kelima. Ideas lives in your head. Never hold on your ideas. Di manapun dan siapapun kita. Ide itu harus dikeluarkan, didiskusikan, digodok lalu diimplementasikan. Sehingga impactnya terasa. Pointnya adalah bukan siapa kita, tapi perubahan apa yang bisa kita berikan. Karena setiap karya, sejatinya harus memberikan perubahan, sekecil apapun. Penulis yang pernah dianugerahi 'The Best Change Agent' dan 'The Best Employee for Managerial' di Bank Mandiri ini berbicara tentang idenya merumuskan dan mengimplementasikan Coorporate Culture - 5 budaya Bank Mandiri, yang dipakai hingga sekarang. Bukan hanya kinerja, beberapa karya bukunya juga tidak biasa. Twivortiare sekuel Divortiare, lahir tidak seperti novel biasanya (lewat narasi), tapi lewat tweets Critical Eleventema yang mungkin tidak banyak terpikirkan oleh orang untuk jadi premis utama sebuah novel. Architecture of Love, buku pertama di dunia yang melibatkan pembaca dalam mengambil keputusan terkait plot melalui fitur Poll, bekerja sama dengan Twitter Indonesia. Hasilnya, meledak di pasaran. Cara meramu ide sekaligus kemampuannya melihat peluang media sosial dengan melibatkan para pembaca dan berkolaborasi dengan banyak pihak, layak diapresiasi. 

Keenam. Menulis itu seperti telling to your friends. Jadi, menulislah seperti kamu sedang bercerita ke teman kamu. Eh, ini tulisan udah berasa kayak 'telling to your friends' belum? Let me know, ya. Hihi.

Ketujuh. Giving our best what ever we doThink your work is your legacy. Couldn't agree more! Ini mungkin ya, yang menjadikan saya anak kesayangannya bos #ditoyor.

Ada satu awkward moment, saat foto bersama dengan Mbak Ika. Saya dirangkul sama beliau, rasanya mau teriak girang tapi bingung, oneng gitu, haha. Rangkulannya itu hangat dan honest. Benar-benar ramah!

It was really inspiring talk show. Thank you Mba Ika Natassa for sharing dan DJKN atas undangannya. Last but not least, di acara ini kita semua dibagikan Novel Architecture of Love. Free. Include a yummy snack box and lunch! Wah, dapat ilmu ketjeh plus kenyang. Feeling blessed and grateful. Terima kasih DJKN! Sukses selalu untuk semangat transformasi di DJKN!

You Might Also Like

0 comments