Escape KL, Chin Swee Temple

December 12, 2017


Chin Swee Temple
Setelah istirahat di NU Hotel, paginya kami menuju Genting Highland. Loket tiketnya ada di lantai dasar KL Sentral. Kami naik Resort Wolrd Bus, one way ticket seharga RM 4.30 per adult. Kami langsung beli round trip ticket.

How to get Genting Highland from KL? 
Kamu bisa naik Rapid KL menuju KL Sentral, lalu membeli tiket bus dengan tujuan Genting Highland. Loketnya di lantai dasar. Saat peak season tiket cepat sold out. Beli H-1 lebih aman. Perjalanan KL Sentral - Genting Highland, sekitar satu jam. Jalannya berbukit. Genting itu mirip puncak, lah. Bedanya, rapi. Saya tidak menemukan pemukiman atau perumahan di pinggir jalan dari KL Sentral menuju Genting Highland, hihi

Sebelum naik ke Genting Highland Resort, ada shuttle pemberhentian bus menuju kereta gantung Awana Skyway. Tiket round trip Awana Skyway sekitar RM 16.00 per adult. Ke resortnya pakai bus atau mobil juga bisa. 

Awana Skyway
Sepi. Selain weekdays, Genting Resort juga lagi di renovasi, jadi tidak terlalu banyak pengunjung. Sepanjang menuju ke atas, saya lumayan takjub, sih. Buat level ASEAN, Singapore dan Malaysia itu one step ahead, deh. Saya bicara infrastruktur dan fasilitas umum, ya. Bukan keindahan alam. Philippine masih jauh, miriplah sama Indonesia. 

Perjalanan menuju ke Genting Highland
Foto ini diambil dari 1/4 perjalanan kami menuju ke atas. Lumayan panjang, sekitar dua puluh menit. Ada beberapa stasiun pemberhentian. Genting Highland adalah stasiun pemberhentian terakhir. Tiba di Genting Highland, tidak banyak yang kami explore, karena sedang renovasi besar-besaran. Kesini karena penasaran sama cassinonya, mau masuk tapi tak bisa. Siapa kamu? ehehehe. 

Genting Highland ini mirip Central Park Jakarta Barat dan tower-tower residencenya ditambah wahana bermain yang dibangun di atas bukit. Asal banget saya, yak. Tapi begitu, sih. Konsep di dalamnya mirip-mirip trans studio, cuma lebih besar. Bagus, sih. Entah, apakah sekarang pembangunannya sudah selesai semua atau belum.  

How to get Chin Swee Temple?
Dari Sky Avenue Genting, kami kembali naik Awana Skyway, turun menuju stasiun Chin Swee Temple. Saat tiba di sana, kami bertanya "how long to get Chin Swee Temple?" Mbaknya jawab "just nine eskalators, maybe around ten minutes". Saya bengong "eskalator?" dan Mbaknya ngangguk. Saya tanya ke kakak "eskalator bahasa malaysianya tetap tangga berjalan, kan? bukan tangga manual?". Doi ikutan mikir. Karena kami searching, kalau menuju Kuil Chin Swee lumayan jauh dan melewati banyak anak tangga di lereng bukit. Nah, Mbaknya bilang eskalator, semoga bukan PHP. 

Saat mengikuti petunjuk arah, kami cukup amazed dengan bangunan putih kokoh-tertutup dan berundak yang menghubungkan stasiun Chin Swee dengan kuil Chin Swee. Kereen. Iiihhh, beneran ada eskalator naik dan turun. Ini bukan PHP. Giranglah saya, hoho. Eskalatornya ada sembilan, tinggi dan beberapa curam, tapi aman.  Ada ACnya pulaaa. Saya geleng-geleng, ini biaya operasionalnya nggak murah, kan? Tiba-tiba mambayangkan naik Kawah Ijen pakai eskalator #langsungditoyor.

Almost, spot wisata di sini itu family friendly banget. Saya melihat beberapa keluarga besar berjalan-jalan mengunjungi kuil ini. Ada anak-anak dan lanjut usia, mereka terlihat enjoy sekali menjelajahi kuil yang besar ini. Karana fasilitasnya mengcounter mereka. Salut. 

Pagoda di Chin Swee Temple
Keluar dari eskalator, kita disuguhkan pemandangan pagoda yang cantik ini. Awalnya mau naik, tapi waktu kami terbatas. Pemandangannya pasti cantik, hiks. Pernah naik  pagoda di Chinese Garden saking penasaran -korban White Snake Legend-, hahaha. Kalau naik langsung dari bawah ke atas, dijamin gempor. Tipsnya berhentilah di satu tingkat, lalu nikmati pemandangan. Begitu seterusnya hingga sampai di atas. Ketika tiba di atas, terhampar betapa indahnya Allah menciptakan alam semesta ini. 

Chin Swee Temple
Vihara ini ada 13 lantai, untuk menuju setiap lantai bisa menggunakan lift. Di bawah, ada restoran vegetarian. Di sisi sebalah kanan ada patung budha besar dan jalan menuju Journey to Enlightment dalam agama Budha. Jalanannya dibuat tanpa anak tangga satu pun, jadi sangat nyaman dan tidak melelahkan bagi anak-anak dan para lanjut usia.

Di Journey to Enlightment kita bisa melihat gambaran neraka- tempat para makhluk mengalami penyiksaan akibat dari perbuatan buruk yang ia lakukan semasa hidup. Kemudian menanjak, ada patung Dewi Kwan Im. Selanjutnya, ada patung permaisuri dari Kaisar Langit dengan dayang-dayangnya. Semakin terus berjalan ada patung 3 dewa: Fu, Lu, Shou (Kebahagiaan, Kekayaan, dan Umur Panjang) dan legenda pendeta Tong Sam Cong beserta para muridnya, Sun Go Kong, Chu Pat Kay, dan Sa Cheng serta kuda putih.

Kamu sangat diizinkan berfoto di sini. Tapi karena banyak yang datang untuk beribadah, bukan sekedar berwisata, jadi kita harus menghormati. 

Chin Swee Temple
Di sini suasananya hening. Terlihat seorang biksuni sedang bermeditasi. Saya mendadak mau latihan kungfu or wushu di sini, hehe. Kebanyakan nonton film Crouching Tiger Hidden Dragon, sih. Hahaha.

Ingin rasanya duduk lebih lama, tapi kami harus kembali turun ke bawah karena bus berangkat sekitar tiga puluh menit lagi. Jika terlambat, tiket hangus. Kami kembali ke KL Central, sholat di hotel lalu menuju Central Market untuk membeli oleh-oleh. 

You Might Also Like

0 comments