Escape KL, Keliling Melaka Part 3

December 02, 2017

Red Square di Malam Hari
Melaka semakin eksotis di malam hari. Cantik bermandikan cahaya. Kehidupan malam kota ini tidak pernah sepi. Semakin unik dengan hentakan musik dari becak warna warni yang melintas. Bayangkan, musik remix india, barat sampai dangdut, menggema keras bersahut-sahutan. Kayak apa tuh rasanya? haha. Tapi, melihat para penumpang yang enjoy jadi lucu, sih. Kreatiflah, yak. Orang Malaysia sama kayak Indonesia, pas weekend mereka suka jalan-jalan atau shopping. Jadi ya, rameee. Kami berjalan menuju Walk Night Market di Jonker Street.
Walk Night Market
Walk Night Market at Jonker Street 
Malam hari Jonker Street ditutup dari berbagai aktivitas kendaraan untuk pasar malam. Bahasa kerennya Walk Night MarketTuris, wisatawan domestik dan penduduk setempat melebur jadi satu. Isi barang dagangannya, jangan ditanya. Almost produk Daratan Tiongkok semua. Hahaha. Ada pernak pernik, souvenir seperti Helllo Kitty dan Doraemon, alat kesehatan,  boneka, tas, pouch bag, tote bag, herbal, obat-obatan, peralatan dapur sampai obeng dan kawan-kawannya. But, if you have sharp eyes like my sister, pasti dapet barang-barang bagus, unik dan murah. Kalau saya mah siweerr, ditambah padet orang jadi peniing. 
Walk Night Market
Selain produk Daratan Tiongkok, makanan dan minuman juga banyak. Lady boss beli coconut shake, semacam vanila ice cream yang di blend dengan air kelapa muda, harganya RM 5.00. Saya beli rujak  RM 4.00 dan air kelapa muda RM 4.00 per buah. Yaelaah, nggak jauh-jauh, yak. Badan udah berasa aneh soalnya, alarmnya bunyi. Efek begadang berhari-hari, kehujanan saat menuju bandara, kesentor AC di Capsule by Container Hotel, ditambah jalan terus dari pagi. Kalau makan aneh, bisa tumbang di negara orang. Jadi harus back to basicUntuk halal atau tidaknya makanan yang dijual, kamu bisa bertanya dahulu. Mereka dengan senang hati menjelaskannya. 

Jonker Street itu perpaduan multiculture. Tidak hanya Melayu dan Tionghoa, tapi juga India. Kamu juga akan menemukan banyak kuil di sini. Di siang hari, kuil-kuil itu bagus buat jadi objek foto. Jangan lupa izin, ya.
Lomba Menyanyi di Ujung Jonker Street
Kami terus berjalan, membelah Jonker Street. Di ujung jalan, ternyata ada lomba karoke untuk manula. Lagu dan bahasa yang digunakan, all mandarin #roaming. Suaranya bagus-bagus. Mendadak berasa di Shanghai. Karena kaki pegel banget dan badan berasa panas dingin, akhirnya ikutan duduk. Fix, saya bergabung duduk bersama para kakek dan nenek sambil menikmati lagu, haha. Cocok, pemirsah! Lady boss masih sibuk hunting foto dan jalan kesana kemari. 

Hal yang paling menyiksa setelah ini adalah ketika harus pulang melalui jalur yang sama dengan padeeeettnya orang. Ingin rasanya memutar jalan, tapi otak sudah tidak mampu berpikir #lelah. 

Oleh Oleh Khas Melaka
Ada beberapa kios souvenir oleh-oleh di pinggir jalan Melaka, kamu bisa menawar #kalaujago. Untuk pilihan yang lebih variatif ada di Jonker Street. Di sini banyak toko souvenir icon khas Melaka dan Jonker yang unik dan lucu, mulai dari gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, topi, gelang dan masih banyak lagi. Untuk harga tidak bisa ditawar, tapi ada paket diskon. Mahal atau murahnya, relatif. Toko oleh-oleh makanan juga banyak. Ke sini siang hari lebih nyaman dan puas memilih. By the way, saat memasuki toko souvenir satu per satu, saya menemukan produk produk ((mirip)) kerajinan Yogya, Bandung dan Bali dijual disini #mikir.

Kalau ditanya oleh-oleh yang paling recommended, jawabannya Gula Merah Melaka. Sangat layak dibawa pulang sebagai buah tangan. Serius. Saya menyesal hanya membeli 1,5 kg untuk Ibu. Harganya memang lebih mahal dari gula merah lokal kita. Rasanya enak dan lebih legit. Warnanya lebih hitam dan tidak terlalu manis. Makanya kenapa Cendol Melaka itu terkenal. Rasa cendolnya biasa, sangat biasa. Lebih enak dawet kita kemana-mana. Tapi, manis gula merahnya memang lebih legit punya mereka. Saya terpaksa harus mengakuinya, meskipun sedikit #ditoyor.

Kuliner Khas Melaka
Es Cendol. As I said before, tidak terlalu manis dan legit. Penyajian cendolnya berbeda dengan kita. Di Melaka, cendol disajikan dengan kacang merah dan es serut. Kemudian diberi topping santan dan gula merah. Mirip es campur. Adalagi Chicken Rice Ball dan Laksa, yang pasti halal ada di Mame Jonker House. Terakhir Coconut Shake dan yang paling favourite AIR KELAPA MUDA. Hahaha.

Diperjalanan balik, muka pun semakin pucet dan demam. Lady boss mengalah untuk mengakhiri penjelajahan walaupun manyun, hahaha. Karena masih jam sembilan malam. Artinya, masih banyak lokasi yang bisa diexplore. Hari itu baru setengahnya kota tua Melaka. Tapi badan minta recovery #tsaah. 

Di samping hotel, ada restoran muslim. Kami sangat beruntung. Enak. Menunya Ayam Hainan dan Steam Vegetables. Tapi, semua sayuran habis karena sudah malam. Sedih. Saya memesan Ayam Hainan extra bawang putih, haha. Take away. Sebelum tidur, minum air putih dan air kelapa muda seember. Onta, haha. Lalu istirahat.

Alhamdulillah, ketika pagi hari terbangun, demamnya turun. Badan terasa ringan sekali #iklan. Really feel fresh and energized. Bahkan sampai hari terakhir di Malaysia badan enak bangeett. Bisa jadi brand ambassador coconut water Melaka, nih #bwahahaha #ngarep. 

Untuk teman-teman yang merasa tidak sehat saat sedang melakukan perjalanan, minum banyak air putih dan air kepala muda murni bisa meningkatkan kembali daya tahan tubuh dan energi kamu, dengan izin Allah tentunya. Trust me, it works!

Saya membuka tirai jendela. Langit masih gelap. Jalan-jalan dan Sungai Melaka masih terlihat lelap beristirahat. Mereka masih memiliki waktu, sebelum semuanya kembali terbangun. Feeling blessed and thankful in early morning. Thank you Allah for everything you gave to me. 

Next story on Escape KL, Keliling Melaka Part 4.

You Might Also Like

0 comments