Escape KL, Melipir ke Pasar Seni dan Petronas Tower

December 13, 2017

Central Market a.k.a Pasar Seni 2015
Central Market berdiri tahun 1888 pada zaman kolonial Inggris. Ditouch up sekitar tahun 1937. Untuk menuju ke Central Market, sila klik di siniBanyak barang seni dan etnik dari  Indonesia, Thailand, China dan berbagai negara lain dijual di sini. Di lantai dua, ada food court. Saat jam makan siang, ramai dipenuhi pegawai kantoran. Harganya lumayan, sih. Chicken Rice atau Tom Yam sekitar RM 8.01 per porsi. Rasanya standar. By the way, Mba Icha pinjem fotonya, ya. Hehe.

Rekomendasi Belanja Oleh-oleh Murah
Belanja oleh-oleh seperti kaos dan cokelat di Pasar seni, harganya cukup bersahabat. Tapi ada yang lebih bersahabat lagi yaitu Petaling Street. Lokasinya dekat dengan Pasar Seni, ke arah belakang. Sila bertanya atau pakai GPS. Kalau punya waktu lebih luang, better ke Petaling Street untuk mencari oleh-oleh murah.  Di Petaling Street kamu bisa menemukan kaos, gantungan kunci, magnet kulkas, tas, tote bag atau souvenir beragam. Jangan lupa menawar, ya. Penting.

Cari cokelat, harga murah? di Mydin. Ini rekomendasi teman saya. Lokasinya dekat dari gerbang Petaling Street, menyeberang lalu berjalan kaki melewati Starbucks, maka sampailah di Mydin Petaling. Mydin itu seperti Mustafa Centre di Singapore, pusat diskon dan grosir. Saya belum pernah ke Mydin, sih. Tapi, kalau dibilang mirip Mustafa Centre kebayanglah penuhnya, haha. Karena harganya yang murah.

Nah, kalau tidak sempat ke Petaling atau Mydin, di Pasar Seni ada. Tempat langganan saya di kios yang posisinya setelah Famous Amos. Ada penjual kaos, dibelakangnya ada penjual oleh-oleh mulai dari cokelat sampai snack-snack, gitu. Harganya bersahabat, apalagi kalau pintar menawar. Tipsnya, belinya sekalian banyak, jangan per orang. Nanti, tinggal dibagi-bagi. Lebih hemat. Haha. 

Famous Amos disini juga murah, kemarin beli pas lagi promo. Kakak saya suka bangeet, padahal manis, yak. Tapi doi makannya sehari cuma dua, jadi bisa habis sebulanan lebih #jyahaha. Mau cari barang yang beda dan handmade ada di Happy Creations Dsn Ghd G39, Central Market. 

Setelah membeli beberapa souvenir dan cokelat, kami menuju KLCC. Untuk menuju ke sana, sila klik di sini.

Menara Petronas dari KLCC Park
Things to do in Petronas Tower
Petronas termasuk ke dalam 15 menara tertinggi di dunia, jadi sila diabadikan. Spot foto yang bagus ada di bagian depan, tapi kalau bisa ambil angle dimana pun bagus. Naik ke atas tower, ((katanya)) banyak venue bagus. Ada Science Discovery Centre juga, tapi belum pernah. Mau window shopping di Mall Suria KLCC juga bisa.

Kalau tidak suka shopping, sila menuju ke arah KLCC Park. Ini recommended bangeet. It's like oase di tengah hustle and bustle-nya KL. Taman ini dirancang oleh Roberto Bule Marx dari Brazil. Ada Lake Symphony di malam hari, jogging track yang nyaman sepanjang 1,3 kilometer, dua ribu pepohonan untuk habitat berbagai spesies burung, gazebo dan kursi-kursi yang nyaman. Luasnya sekitar 20 hektar. Tersedia play ground dan swimming pool untuk anak-anak, luas dan gratis. Bersih. Again, belajar dan belajar. Kita juga punya, Meikarta. Ehehehe.

Lupa mendokumentasikan photo, karena terbawa suasana dan asyik mengamati banyak orang. Ketika sadar, sudah maghrib. Suara azannya indah. Ada Masjid Asy Syakirin di KLCC Park. Menjelang malam semakin ramai, karena ada pertunjukkan Lake Symphony, bagus dan menghibur. Tapi jangan di compare sama Musical Fountain Water Laser di Marina Bay. Secara teknik dan kualitas, jauh. Nah, kita juga punya water symphony di Bundaran HI. Iya, kan? Masih ada, kan? 

Satu hal yang perlu di perhatikan adalah COPET, hehe. Banyak. Hati-hati. Apalagi kalau ada orang asing yang mulai ngajak ngobrol atau menawarkan bantuan, tanggapi seperlunya lalu abaikan dengan sopan. Kalau orang baik, gimana? aneh sih ada orang asing -baik- yang -tanpa alasan- tiba-tiba ngajak ngobrol atau menawarkan bantuan bantuan di pinggir jalan, di taman apalagi di pinggir danau. Lets say, ada tapi tidak banyak dan waspada itu harus. Jadi, yang direspons yang gimana? yang ngajak diskusi bernas di executive lounge KLIA #winkwink. Nah, itu amanlah. Mau tercopet hati pun tidak apa-apa #dikeplakpakekoper. Insyaf, woyy! Intinya, hati-hati membawa hati... #laah.

Hari semakin malam, kami beranjak kembali ke hotel di KL Sentral. Hari itu kami banyak belajar hal-hal kecil dari negara serumpun ini. Beruntung saya punya teman diskusi dan bertanya di sepanjang perjalanan, broaden horizons. Diskusi yang kemudian melahirkan pertanyaan "Jadi, kontribusi apa yang sudah saya berikan untuk Indonesia?". Bukan siapa yang salah dan siapa yang benar. 


Next story on Last Day in KL

You Might Also Like

0 comments