Last Day in KL, Batu Caves

December 15, 2017

Hanoman Statue, 2015
Batu Caves adalah tempat peribadatan umat Hindu. Ini adalah salah satu destinasi yang sangat terkenal di Malaysia. Selain karena free, tempat ini cukup eksotis. Untuk menuju Batu Caves bisa di klik di sini

Saat berkunjung tahun 2015, di kuil sedang ada prosesi pernikahan. Ketika pengantinnya memutari api suci, suasananya benar-benar khidmat. Really love that moment. Akhirnya, lupa take picture, hiks. Pengantinnya cantik, mirip Deepika Padukone. Pemeran utama wanita di film Yeh Jawaani Hai Deewani. My favourite bollywood movie. Konsep ceritanya sederhana yet meaningful. Indeed. Saya jatuh cinta sama soundtrack dan latarnya yang kereeen banget, di Manali Himalaya dan Eropa #point. Feelnya dapet. Tokoh utamanya seorang traveler.  Suka dengan karakter yang cerdas tapi nggak too good to be true (baca : to good and it's hard to believe or seeming very good but not real) bingung cari katanya, tapi ngerti, kan? intinya genuine-lah, straight to the point, hard worker, idealis sekaligus realistis memandang hidup dan kehidupan. Proses transformasinya sampai jadi a really mature man dan caranya membuat keputusan-keputusan dalam hidup, saya suka banget. Tapi, karakter yang paling favourite itu ayahnya. Wise banget, saat anaknya memutuskan jalan hidup -nggak common- seperti orang pada umumnya. Suka. Esensi pesannya sampai dengan sempurna. Lah, kenapa jadi ngomongin film?
Murugan Statue, 2015.

Dinamakan Batu Caves, karena di atas 272 anak tangga itu ada gua yang dijadikan kuil oleh umat Hindu. Sebelum naik ke atas, banyak burung dara yang keren untuk dijadikan objek foto dan kolam ikan yang luas. Ada peraturan khusus untuk wanita : tidak diperkenankan memakai celana pendek atau hot pants saat masuk ke kuil. Kalau pakai hot pants akan diwajibkan menyewa kain penutup seharga RM 3.00.

Di sepanjang anak tangga kamu pun harus waspada, bukan karena banyak pencopet hati. Tapi,  banyak monyet liar yang agresif menghampiri dan merebut apapun yang kamu bawa. Oh iya, beberapa teman bertanya tentang toilet, khususnya di lokasi wisata. Saya tidak bisa describe detail, karena jarang sekali ke toilet di lokasi wisata, biasanya lebih memilih di stesen atau stasiun. So far bersih. Di Stasiun Chin Swee - Awana Skyway kemarin, bersih banget. 

Back to KLIA 2 : Kegap Bos 
Setelah check out, kami menuju KL Sentral. Dari KL Sentral ke KLIA 2, kami naik Skybus RM 12.00 per adult. Perjalanan kurang lebih satu jam. As I said before, kalau pakai KLIA Express mahal bingitts. 

Sebenernya, waktu bos bilang mau jalan ke KL, udah feeling bakalan ketemu. Soalnya persis dengan jadwal escape a.k.a kabur saya, hahaha. Benerlah, pas boarding mau flight balik ke Soetta ketemu sama doi, satu pesawat pulaa, qeqeqe. Dari radius beberapa meter,  bisa diidentifikasi dengan jelas kalau itu si bos, mwuehehe. Saya lambaikan tangan dan memanggil doi. She seemed not really surprised, cuma noyor, udah paham kelakuan anak buahnya yang bandel, haha. She just said "ngapain loe? sama siapa?", terus cerita seru tentang perjalanannya. Kok, enak nggak dimarahin? Bagi doi marahin saya buat hal beginian cuma menghabiskan energi, haha. Kagak ngaruh soalnya.  Pembangkang. Bosnya pergi, anak ini malah kabur #kagaksopankan. Tapi kerjaan beres, yak. Bertanggung jawab, itu harus. Cuma nggak seru kalau jadi penurut dan lempeng doank. Life is never flat. Hey, jangan biarkan si bos membaca ini. Haha. By the way, thanks to Nyonya Rahma yang sudah membebas tugaskan saya saat izin kabur, hehe. Salam hormat untuk senior pembangkang yang lebih ekstrim -kiri-, colek TM, mhuahaha. After this, blog saya langsung dibanned sama mereka #ngikik. PEACE.

Well, that's my short escape di KL. If you have any interesting stories or beautiful places in KL, please let me know. You can leave your link in the comment. Thank you, for stopping by.

Traveling- it leaves you speechless, then turns you into a story teller, Ibnu Battutah. Happy traveling, and tell me your stories!

You Might Also Like

0 comments