Moda Transportasi di Kuala Lumpur

December 04, 2017

Moda transportasi di KL itu sudah sangat ketjeh. Ada dua jenis transportasi publik di KL, yaitu bus dan transportasi berbasis rel. Beberapa kali ke KL, saya lebih prefer menggunakan transportasi berbasis rel. Cepat, praktis dan bebas macet. Harganya terjangkau dan nyaman. Meskipun tidak se-rapi di SIN. Harus diakui Malaysia sudah one step ahead dari Indonesia. Harus diakui, pemirsa #hiks.






TBS menuju BTS, 2015
Dari Melaka Sentral, bus kami berhenti di Terminal Bersepadu Selatan. As I said before, TBS adalah terminal terbesar di Kuala Lumpur yang langsung terintegrasi dengan stasiun Bandar Tasik Selatan. Pertama kali ke TBS cukup takjub, sih. Ini terminal rasa bandara, hahaha. Foto ini diambil tahun 2015. Saya berdiri di antara TBS dan Stasiun BTS. April 2017 kemarin bangunan-bangunan itu sudah rapi,  bahkan berdiri beberapa bangunan baru lagi #weeww.

Untuk menuju ke pusat kota, kami harus menggunakan KTM Komuter dari Stasiun BTS menuju KL Sentral (line berwarna biru). KL Sentral adalah pusat transit dari semua moda transportasi di Kuala Lumpur, berintegrasi dengan pusat perbelanjaan yang sangat besar yaitu NU Mall. Nah, apa itu KTM Komuter?

Kuala Lumpur memiliki 4 jenis transportasi berbasis rel : Monorail, Rapid KL, KTM Komuter dan KLIA Ekspres/KLIA Transit. Monorail, line berwarna orange. Rapid KL, line berwarna ungu muda - cokelat - kuning dan hijau. KTM Komuter, line berwarna biru dan merah. Terakhir KLIA Ekspres/KLIA Transit, line berwarna ungu tua.

KL Train Map 2017
Ini adalah KL Train Map 2017. Saya lebih suka dengan warna, dari pada pakai nama, haha. Kamu bisa download map versi lain, tapi buat saya ini paling simple. Terus bedanya Monorail, Rapid KL, KTM Komuter dan KLIA Ekspres/KLIA Transit, itu apa?

Monorail
Moda Trasportasi yang hanya memiliki satu jalur rel sebagai tumpuan. Gerbongnya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 4 gerbong. Laluan hanya di pusat kota saja. Linenya berwarna orange. 

Tiket dapat dibeli di vending machine. Ada vending machine yang hanya khusus menerima koin, uang kertas juga tertentu saja, jadi diperhatikan tulisan di mesin baik-baik. Sistemnya sama, tinggal pilih stasiun tujuan, lalu akan ditampilkan jumlah nominal yang harus dibayar. Setelah uang dimasukkan, mesin akan mengeluarkan kembalian (jika ada) dan sebuah tiket berbentuk koin. Tap koin pada entry gate untuk masuk. Masukkan pada slot exit gate jika sudah sampai tujuan. Kalau koin hilang, ya kena denda. Apalagi dibawa pulang sebagai kenang-kenangan, dipastikan kenangan itu akan selalu menghantuimu. Haha.

Monorail ini terintegrasi dengan Rapid KL. Masih satu perusahaan. Jadi tidak perlu beli tiket lagi jika ingin berganti jalur. 

Misalnya, dari Bukit Bintang mau ke Masjid Jamek. Saat membeli tiket di vending machine Stesen Monorail Bukit Bintang, langsung pilih Stesen Masjid Jamek. Naik Monorail turun di Merdeka. Interchange ke Plaza Rakyat. Dari Plaza Rakyat, naik LRT ke Masjid Jamek. Selesai. 

Rapid KL
Rapid KL atau LRT ini menghubungkan pusat kota Kuala Lumpur dengan daerah-daerah pinggiran di kawasan metropolitan. Sistem beli tiketnya sama dengan monorail. Bisa juga tap pakai kartu Touch and Go

Misalnya dari KL Sentral mau ke Petronas Tower. Naik Rapid KL line ungu muda. Rutenya KL Sentral - Pasar Seni - Masjid Jamek - Bukit Nanas - Kampung Baru - KLCC. Turun di KLCC, keluar gate. Kemudian naik tangga. Tengoklah ke atas, Petronas Tower ada dihadapanmu.

Dari Petronas mau ke Pasar Seni. Masih menggunakan Rapid KL line ungu muda. Rutenya KLCC - Kampung Baru - Bukit Nanas - Masjid Jamek - Pasar Seni. Tiba di Pasar Seni tinggal keluar gate dan turun kebawah. Dari luar stasiun, jalan ke arah bangunan Biru bertulisakan Central Market. Nah, itu pasar seni. Dari Pasar Seni, bisa jalan kaki ke Petaling Street dan Masjid Jamek.

KTM (Kereta Tanah Melayu)
Kereta ini tidak terintegrasi dengan LRT dan monorel, jadi harus beli tiket sendiri. Bisa dibeli dari vending machine atau loket petugas di stasiun. Harganya cukup murah. 

Misalnya dari KL Sentral mau ke Batu Caves. Kamu pilih KTM jalur warna merah. Batu Caves adalah stasiun tujuan terakhir. Keluar stasiun, tinggal jalan menuju Batu Caves. 

KLIA Ekspres/KLIA Transit
Ini adalah kereta bandara. Seperti yang sudah saya ceritakan di sini, kereta KLIA ini ada yang langsung dan transit di beberapa stasiun. Hanya beroperasi sampai KL Sentral saja. Jadi kalau ingin naik KLIA Ekspres / KLIA Transit ke bandara, kamu harus ke KL Sentral dulu. Harganya mehong tapi cepet, sih. Sekitar 15-20 menit. Saya prefer naik bus dari KL Sentral menuju bandara. Lebih hemat. Tapi dengan catatan harus berangkat lebih awal supaya tidak terlambat tiba di bandara. Estimasi waktu dengan bus itu sekitar satu jam, tanpa macet. 

Semoga penjelasan moda transportasi berbasis rel ini akurat ya, haha. So far, lancar jaya sih di KL. Alhamdulillah. Intinya ketahui posisi, tentukan tujuan dan lihat linenya saja. Kalau agak pusing dikit wajarlah, lama-lama akan terbiasa. 

Paling gampang itu, ya dari KL Sentral. Salah satu alasan kami memilih penginapan di KL Sentral. Selain strategis dan transportasinya mudah jika harus pulang malam, faktor keamanan juga penting. Apalagi kalau solo traveler.

Rapid Bus dan Bus Go KL
Selain transportasi berbasis rel, ada juga Rapid Bus dan Bus Go KL (gratis). Rapid Bus itu masih satu perusahaan dengan monorail dan rapid KL. Saya belum pernah naik Rapid Bus #haha, jadi untuk info rute dan jadwal bus bisa dibuka di sini

Untuk bus Go KL, mapnya bisa didownload dan jadwalnya bisa dibuka di sini. Go KL itu punya empat line. Go Relax (line merah), GO Work (line biru), Go Sightsee (line ungu), Go Shop (line hijau). Tinggal dipilih mau ke mana, ya. Soon, semoga sistem transportasi kita bisa seperti Kuala Lumpur, bahkan lebih baik, ya. Aamiin.

You Might Also Like

0 comments